Sejarah Berdirinya UMKM Rangkul

diposting : 2024-11-11 15:16:08

Semarang - Setelah Rangkul berumur 4 tahun mungkin banyak yang belum tahu bagaimana awal mula UMKM Rangkul terbentuk. Rangkul berdiri pada tanggal 10-10-2020 dengan kepanjangan awal Rakyat Ngaliyan Kuliner. Rangkul pertama kali digagas oleh Suyatno, pada awal Juni  tahun 2020, pada saat itu Suyatno bertemu dengan salah satu sales Alkes yang Bernama Azmi Asmuni Majid. Kebutulan pada saat itu Suyatno bekerja di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Semarang. Beberapa kali bertemu Suyatno berdiskusi masalah pekerjaan, Azmi menyampaikan kalau dirinya sedang aktif mengurus sebuah komunitas UMKM di daerah Brebes yang Bernama UMKM Brebes Bermartabat, beliau juga merupakan salah satu founder UMKM Brebes Bermartabat dengan program utama adalah Legalitas, Branding kemasan dan marketing online.

Dari obrolan itulah Suyatno berfikir untuk mendirikan sebuah komunitas UMKM di Kota Semarang, Suyatno kemudian membuat sebuah draft mulai dari visi, misi, maksud dan tujuan komunitas yang akan di bentuk. Untuk mewujudkan itu. Suyatno mulai berdiskusi dengan Suharsono, S.S, M.Si yang juga merupakan anggota DPRD kota Semarang, beliau sangat mendukung dengan Rencana pembentukan komunitas dan akan mendukung dengan sepenuh tenaga.

Setelah mantab Suyatno yang waktu itu mulai merintis usaha Pisang Goreng yang di beri merek Don Brengos The Pisang Goreng, mulai mencari partner untuk dapat mewujudkan mimpinya itu, dan pada saat itu bertemulah dengan Luthfi Nurul Aini (Dapoer Mami) yang Ia kenal dari facebook. Waktu itu Suyatno memesan catering untuk pembukaan cabang baru di Kecamatan Ngaliyan. Setelah kenal Suyatno mencoba menawarkan ke Luthfi dan mengajak untuk bareng-bareng mencari teman untuk membentuk sebuah paguyuban atau perkumpulan UMKM dibidang kuliner.

Gayung bersambut, Luthfi tertarik dan mengajak beberapa teman untuk bertemu membahas konsep yang Suyatno tawarkan. Tepatnya pada tanggal 05 Agustus 2020 yang bertempat di Poci Ceria di Pujasera Yu Tomblok Kedungpani Suyatno bertemu dengan Luthfi dan berberapa teman lainnya di antaranya Catur Poci Ceria, Febri Sate Kelinci, Satrio Gule Bustaman, Hendri Ayam Klomoh, dan Yani Ayam Geprek Mak Yani. Pada saat itu Suyatno memaparkan konsep-konsep mulai dari visi, misi, maksud dan tujuan di dirikan sebuah komunitas kuliner, dan semua yang hadir sepakat membentuk sebuah komunitas yang ruang lingkupnya di batasi di Kecamatan Ngaliyan.  

Setelah itu mereka bersama-sama mengajak teman-teman yang lain untuk bisa bergabung dengan komunitas yang telah di bentuk yang waktu itu belum diberikan nama, tidak berselang lama anggota baru trus bertambah antara lain Subastian Subrata, Istanto, Dedi Oktavia, Vivi, Diana, Dani, Lidya, Reza dll. Setelah merasa cukup membentuk kepengurusan mereka berkumpul di rumah Vivi di Panembahan Senopati untuk membentuk struktural kepengurusan baru. Setelah di adakan pertemuan pembentukan pengurus barulah mereka berfikir untuk mencari nama, banyak sekali usulan nama dari teman-teman namun pada saat itu yang dipilih adalah nama dari Luthfi yaitu Rakyat Ngaliyan Kuliner disingkat Rangkul.

Pada tanggal 10 Oktober 2020 diresmikanlah nama Rangkul atau Rakyat Ngaliyan Kuliner yang bertempat di warung kakap tali roso 2 yang merupakan milik dari Subastian Subrata. Segenap pengurus hadir dengan memotong tumpeng sebagai tanda Rangkul sudah resmi berdiri sebagai paguyuban kuliner di Kecamatan Ngaliyan. Setelah itu para pengurs berkumpul untuk merencanakan kodpar dan meresmikan perkumpulan yang mereka bentuk.

Tepat pada tanggal 1 November 2020 Rangkul membuat event pertama kami dengan mengumpulkan seluruh anggota yang bertempat di Panci Resto yang beralamat di Jl. Bukit Barisan, Blok A no 6-7, Ruko Permata Puri, Bringin, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, pada waktu itu Rangkul mengundang Ibu Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita G Rahayu, M.Sos untuk meresmikan dan melantik pengurus yang di Ketuai oleh Suyatno.

Sejak saat itulah nama Rangkul semakin di kenal oleh warga Kecamatan Ngaliyan dan sekitarnya dengan program-programnya yang menarik diantaranya legalitas, branding kemasan dan marketing online. Banyak dari kecamatan  lain yang ingin bergabung baik dari kecamatan Mijen, Tugu, Semarang Barat dll. Rangkul semakin besar dan anggota terus bertambah, namun ditengah semakin berkembanganya rangkul di warnai konflik internal. Belum genap satu tahun ada beberapa konflik yang belum ada solusi karena tidak adanya AD-ART yang mengatur hak dan kewajiban dan dasar-dasar berorganisasi.

Untuk mensikapi permasalahan tersebut para pengurus dan Dewan Pembina bertemu di awal Agustus 2021 untuk melakukan konsolidasi internal dan dari situlah di sepakati untuk meminimalisir konflik di perlukan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) perkumpulan. Dan pada saat itu di sepakti agar Rangkul mempunyai legalitas dengan mendaftarkan ke Kemenkumham dengan badan hukum sebagai perkumpulan.

Pada hari Minggu tanggal 01-08-2021 (satu belas bulan Agustus tahun dua ribu dua puluh satu), pukul 18.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat), bertempat PANCI RESTO, Jalan Bukit Barisan Blok A No. 5-6 Bukit Permata Puri, Ngaliyan, Semarang.Telah diselenggarakan Rapat untuk Pendirian Perkumpulan, dengan hasil kesepakatan - kesepakatan sebagai berikut : Nama Perkumpualan  “ RAKYAT SEMARANG KULINER” disingkat  RANGKUL, yang berkantor pusat di Jalan Bukit Barisan Blok A No. 5-6 Bukit Permata Puri Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dengan Ketua Umum Terpilih Suyatno, S.T. Untuk masa bakti 2021-2025. Tidak berselang lama, tepat di tanggal 12 Oktober Rangkul resmi berlegalitas dengan SK NOMOR AHU-0011854.AH.01.07.TAHUN 2021. Sejak saat itulah Rangkul terus semakin besar dengan pengelolaan yang professional.

Bagikan