Sejarah Berdirinya UMKM Rangkul |
|
Semarang - Setelah Rangkul
berumur 4 tahun mungkin banyak yang belum tahu bagaimana awal mula UMKM Rangkul
terbentuk. Rangkul berdiri pada tanggal 10-10-2020 dengan kepanjangan awal
Rakyat Ngaliyan Kuliner. Rangkul pertama kali digagas oleh Suyatno, pada awal
Juni tahun 2020, pada saat itu Suyatno bertemu dengan salah satu sales
Alkes yang Bernama Azmi Asmuni Majid. Kebutulan pada saat itu Suyatno bekerja
di salah satu Rumah Sakit Swasta di Kota Semarang. Beberapa kali bertemu Suyatno
berdiskusi masalah pekerjaan, Azmi menyampaikan kalau dirinya sedang aktif
mengurus sebuah komunitas UMKM di daerah Brebes yang Bernama UMKM Brebes
Bermartabat, beliau juga merupakan salah satu founder UMKM Brebes Bermartabat
dengan program utama adalah Legalitas, Branding kemasan dan marketing online. Dari obrolan itulah Suyatno berfikir untuk mendirikan sebuah
komunitas UMKM di Kota Semarang, Suyatno kemudian membuat sebuah draft mulai
dari visi, misi, maksud dan tujuan komunitas yang akan di bentuk. Untuk
mewujudkan itu. Suyatno mulai berdiskusi dengan Suharsono, S.S, M.Si yang juga
merupakan anggota DPRD kota Semarang, beliau sangat mendukung dengan Rencana
pembentukan komunitas dan akan mendukung dengan sepenuh tenaga. Setelah mantab Suyatno yang waktu itu mulai merintis usaha
Pisang Goreng yang di beri merek Don Brengos The Pisang Goreng, mulai mencari
partner untuk dapat mewujudkan mimpinya itu, dan pada saat itu bertemulah
dengan Luthfi Nurul Aini (Dapoer Mami) yang Ia kenal dari facebook. Waktu itu Suyatno
memesan catering untuk pembukaan cabang baru di Kecamatan Ngaliyan. Setelah
kenal Suyatno mencoba menawarkan ke Luthfi dan mengajak untuk bareng-bareng
mencari teman untuk membentuk sebuah paguyuban atau perkumpulan UMKM dibidang
kuliner. Gayung bersambut, Luthfi tertarik dan mengajak beberapa teman
untuk bertemu membahas konsep yang Suyatno tawarkan. Tepatnya pada tanggal 05
Agustus 2020 yang bertempat di Poci Ceria di Pujasera Yu Tomblok Kedungpani
Suyatno bertemu dengan Luthfi dan berberapa teman lainnya di antaranya Catur
Poci Ceria, Febri Sate Kelinci, Satrio Gule Bustaman, Hendri Ayam Klomoh, dan
Yani Ayam Geprek Mak Yani. Pada saat itu Suyatno memaparkan konsep-konsep mulai
dari visi, misi, maksud dan tujuan di dirikan sebuah komunitas kuliner, dan
semua yang hadir sepakat membentuk sebuah komunitas yang ruang lingkupnya di
batasi di Kecamatan Ngaliyan. Setelah itu mereka bersama-sama mengajak teman-teman yang lain
untuk bisa bergabung dengan komunitas yang telah di bentuk yang waktu itu belum
diberikan nama, tidak berselang lama anggota baru trus bertambah antara lain
Subastian Subrata, Istanto, Dedi Oktavia, Vivi, Diana, Dani, Lidya, Reza dll.
Setelah merasa cukup membentuk kepengurusan mereka berkumpul di rumah Vivi di
Panembahan Senopati untuk membentuk struktural kepengurusan baru. Setelah di
adakan pertemuan pembentukan pengurus barulah mereka berfikir untuk mencari
nama, banyak sekali usulan nama dari teman-teman namun pada saat itu yang
dipilih adalah nama dari Luthfi yaitu Rakyat Ngaliyan Kuliner disingkat
Rangkul. Pada tanggal 10 Oktober 2020 diresmikanlah nama Rangkul atau
Rakyat Ngaliyan Kuliner yang bertempat di warung kakap tali roso 2 yang
merupakan milik dari Subastian Subrata. Segenap pengurus hadir dengan memotong
tumpeng sebagai tanda Rangkul sudah resmi berdiri sebagai paguyuban kuliner di
Kecamatan Ngaliyan. Setelah itu para pengurs berkumpul untuk merencanakan
kodpar dan meresmikan perkumpulan yang mereka bentuk. Tepat pada tanggal 1 November 2020 Rangkul membuat event pertama
kami dengan mengumpulkan seluruh anggota yang bertempat di Panci Resto yang
beralamat di Jl. Bukit Barisan, Blok A no 6-7, Ruko Permata Puri, Bringin,
Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, pada waktu itu Rangkul mengundang Ibu
Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita G Rahayu, M.Sos untuk meresmikan dan
melantik pengurus yang di Ketuai oleh Suyatno. Sejak saat itulah nama Rangkul semakin di kenal oleh warga
Kecamatan Ngaliyan dan sekitarnya dengan program-programnya yang menarik
diantaranya legalitas, branding kemasan dan marketing online. Banyak dari
kecamatan lain yang ingin bergabung baik dari kecamatan Mijen, Tugu,
Semarang Barat dll. Rangkul semakin besar dan anggota terus bertambah, namun
ditengah semakin berkembanganya rangkul di warnai konflik internal. Belum genap
satu tahun ada beberapa konflik yang belum ada solusi karena tidak adanya
AD-ART yang mengatur hak dan kewajiban dan dasar-dasar berorganisasi. Untuk mensikapi permasalahan tersebut para pengurus dan Dewan
Pembina bertemu di awal Agustus 2021 untuk melakukan konsolidasi internal dan
dari situlah di sepakati untuk meminimalisir konflik di perlukan Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) perkumpulan. Dan pada saat itu di sepakti
agar Rangkul mempunyai legalitas dengan mendaftarkan ke Kemenkumham dengan
badan hukum sebagai perkumpulan.
Pada hari Minggu tanggal 01-08-2021 (satu belas bulan Agustus
tahun dua ribu dua puluh satu), pukul 18.00 WIB (Waktu Indonesia Bagian Barat),
bertempat PANCI RESTO, Jalan Bukit Barisan Blok A No. 5-6 Bukit Permata Puri,
Ngaliyan, Semarang.Telah diselenggarakan Rapat untuk Pendirian Perkumpulan,
dengan hasil kesepakatan - kesepakatan sebagai berikut : Nama Perkumpualan “
RAKYAT SEMARANG KULINER” disingkat RANGKUL, yang berkantor pusat di Jalan Bukit
Barisan Blok A No. 5-6 Bukit Permata Puri Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang
dengan Ketua Umum Terpilih Suyatno, S.T. Untuk masa bakti 2021-2025. Tidak
berselang lama, tepat di tanggal 12 Oktober Rangkul resmi berlegalitas dengan
SK NOMOR AHU-0011854.AH.01.07.TAHUN 2021. Sejak saat itulah
Rangkul terus semakin besar dengan pengelolaan yang professional. |